Laman

20171206

Musim Panas dalam Sehari (Ray Bradbury, 1954)


“Siap?”

“Siap.”

“Sekarang?”

“Sebentar lagi.”

“Apakah para ilmuwan itu memang benar? Benarkah itu terjadi hari ini, benarkah?”

“Lihat, lihat! Lihat saja sendiri!”

Anak-anak berdesak-desakan bagai gerumbulan mawar dan alang-alang yang bercampur baur, memandang tajam-tajam demi melihat matahari yang bersembunyi.

Hujan pun turun.

Hujan telah turun selama tujuh tahun. Beribu-ribu hari terjalin dan tercurahi oleh hujan, oleh genderang dan pancaran air, oleh butiran bening yang luruh tiap sebentar, dan gemuruh badai yang begitu dahsyat hingga menjelma gelombang pasang yang melanda pulau-pulau. Ribuan hutan lumat akibat hujan dan tumbuh lagi beribu-ribu kali untuk kembali dilumatkan. Kehidupan seperti ini terus saja berlangsung di Planet Venus, dan kisah ini terjadi di suatu kelas yang dihuni oleh anak-anak dari para pria dan para wanita yang dengan menggunakan roket ulang-alik datang ke dunia hujan untuk membangun peradaban.