Laman

20240406

SIANG MAUT DAN KAKAK BERADIK CILIK DI PANTAI YANG TERSAPU OMBAK (3/4) (Keiichiro Hirano, 2003)

Kakak Beradik Cilik di Pantai yang Tersapu Ombak (1/2)

Anak itu memecah keheningan setuntas ia dan abangnya menyeberangi jembatan.

“Ngeri, ya?”

Ia mengangkangi sepeda yang roda bantunya baru saja dilepas, dan mengikuti abangnya sambil sesekali terhuyung. Si abang tidak punya sepeda sejak melungsurkan miliknya yang lama, namun pada musim panas ini, orang tuanya akhirnya membelikan dia sepeda gunung dengan roda dua puluh inci sebagaimana yang ia idamkan. Dengan bangga ia menginjak-injak pedal dan dengan ahli mengertakkan gigi-gigi sepedanya yang memiliki enam tingkat kecepatan itu.

“Ngeri apanya! Kamu takut?”

Ditantang abangnya, anak itu menggeleng: “Enggak takut kok! Cuma nanya.”

Mereka baru saja menyeberangi sungai yang memisahkan distrik sekolah. Pada hari upacara penutupan sekolah, mereka telah mendapat peringatan keras di kelas masing-masing bahwa tidak boleh menyeberangi batas distrik selama liburan musim panas tanpa ada yang mengawasi; mereka setidaknya pasti akan menerima tamparan di kedua belah pipi bila ketahuan.