Laman

20250806

The Moneyless Manifesto: Menjadi orang tua (Mark Boyle, 2012)

Segalanya baik-baik saja hidup tanpa uang karena kau masih muda dan bugar, coba lakukan bila kau punya anak! Saya sering kali mendengar kalimat ini, dan saya sepenuhnya memaklumi kebenaran yang ada di bagian terakhir itu. Namun bagian “masih muda dan bugar” itu tidak betul-betul saya pahami, sebab a) saya sudah tidak begitu muda lagi dan b) hampir siapa saja, kecuali mereka yang menyandang disabilitas mental/fisik atau penyakit melemahkan yang parah, bisa saja menjadi bugar jika mereka menginginkannya dengan bergerak dan makan yang baik serta c) tingkat kebugaran saya sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup tanpa uang, karena hidup begini menuntut untuk menggunakan fisik alih-alih bahan bakar fosil.

Bagian yang sepenuhnya saya sepakati adalah hidup tanpa uang pastilah lebih sederhana bila kita tidak punya anak yang bergantung pada kita. Pada tahun pertama hidup tanpa uang, saya sering kali memikirkan betapa akan makin sulitnya bagi keluarga muda. Namun ada sejumlah poin yang perlu dicatat. Pertama, kendati lebih sulit, bukan berarti mustahil, dan di sepanjang buku ini nantinya saya akan merekomendasikan banyak tip berguna bagi orang tua yang mau menaiki piramida POP menuju cara mereka sendiri untuk hidup tanpa uang. Sedikit kebimbangan menyertai saya—karena belum pernah menjadi orang tua, saya tidak merasa layak menasihati seorang ibu atau ayah betulan, maka maafkanlah saya jika ada tip orang tua tanpa uang dari saya malah berkesan arogan atau kurang pemahaman.

Kedua, membesarkan anak tanpa uang itu sulit hanya karena mitos, serta masyarakat dan institusi yang dibentuknya, yang kita ciptakan dan langgengkan sepanjang sejarah modern. Anda tak akan hidup sekarang seandainya mustahil untuk membesarkan manusia tanpa uang, karena semua orang dalam bagian awal silsilah Anda membesarkan anak-anaknya di dunia yang mana mitos mengenai uang belum sekali pun disampaikan.

Namun yang terpenting adalah, jika Anda setuju dengan argumen saya di bab satu, maka Anda dapat memahami urgensinya bagi kita semua untuk mulai menciptakan kisahan baru, kisahan yang berkelanjutan dan sesuai dengan masa hidup kita, jika anak Anda hendak memiliki masa depan yang layak dijalani. Ini memerlukan para pionir seperti Anda, orang-orang yang memiliki keberanian untuk mendorong batasan mendekati yang seharusnya. Sebagaimana Hillel pernah mengatakan, “kalau bukan Anda, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” Generasi selanjutnya memerlukan ini untuk mengembangkan pemahaman kedirian yang lebih luas serta menemukan keberanian untuk berdiri tegak dan mengubah kebudayaan yang mana kita hidup di dalamnya.

Jadilah salah satu dari orang-orang itu.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar