Laman

20251206

Becak (Wahyu Wibisana, 1955)

Baiklah, baiklah, sekarang kukisahkan pengalamanku. Tentu saja, bukan dari masa yang kuingat sampai sekarang, sebab riwayat semasa bayi bukanlah riwayatku, melainkan riwayat ibu-bapakku. Begitu pula dengan cerita yang telah berlalu, bagiku adalah cerita orang lain, walaupun orang itu adalah aku sendiri. Berbelit-belit perkataan ini, tapi jangan heran, karena ceritanya juga berbelit-belit. Aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang, sehingga pantaslah bila cerita yang sudah dialami olehku dulu itu disebut sebagai cerita orang lain.

Pembaca tentu minta bukti. Memang, sekarang zamannya bukti. Ya, baiklah!

Dahulu aku disebut “Aden”, yaitu kependekan dari Raden. Kata ibuku, raden berasal dari kata “rahadiyan[1]”, tapi mohon maaf lupa lagi artinya. Tapi sekarang aku disebut “Emang” atau paling untung disebut “Bung”.

Tiga tahun lalu aku masih dianggap keluarga oleh Raden Rojak, pamanku, wedana di Leuwisari. Tapi sekarang kenal pun tidak. Ini menandakan bahwa aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang.