Laman

20160627

The Perks of Being Wallflower Bagian I, Surat 8 (Stephen Chbosky, 1999)

14 Oktober 1991

Temanku yang baik,

Kau tahu “masturbasi”? Kau pasti tahu karena kau kan lebih tua daripada aku. Tapi kalau-kalau kau belum tahu, aku akan memberitahumu. Masturbasi itu ketika kau menggosok-gosok alat kelaminmu sampai mengalami orgasme. Wow!

Kurasa di acara-acara televisi dan di film-film saat ada yang membicarakan tentang rihat kopi itu bisa berarti waktunya untuk masturbasi. Tapi itu juga bisa menurunkan produktivitas.

Aku cuma mau menarik perhatianmu. Aku tidak bersungguh-sungguh. Aku cuma ingin supaya kau tersenyum. Maksudku “wow”-nya itu lo.

Aku memberi tahu Sam tentang mimpi aku dan dia telanjang di sofa, dan aku mulai menangis karena merasa tidak enak, dan tahukah kau reaksinya? Dia tertawa. Bukan tawa menghina juga. Tawanya sangat menyenangkan dan hangat. Dia bilang menurutnya aku sedang mencoba menarik perhatiannya. Dan menurutnya tidak apa-apa aku memimpikannya. Dan aku pun berhenti menangis. Lalu Sam bertanya apakah menurutku dia cantik, dan kubilang menurutku dia “asyik”. Lalu Sam menatap mataku.


20160618

The Perks of Being Wallflower Bagian I, Surat 7 (Stephen Chbosky, 1999)

6 Oktober 1991

Temanku yang baik,

Aku merasa sangat malu. Belum lama ini aku ke pertandingan rugbi SMA, dan entah kenapa aku ke sana. Sewaktu SMP, aku dan Michael kadang ke pertandingan meskipun kami sama-sama tidak begitu populer untuk pergi ke sana. Kami ke sana cuma tiap Jumat ketika sedang tidak ingin menonton televisi. Kadang kami bertemu Susan, lalu Michael dan dia pun bergandengan tangan.

Tapi kali ini, aku pergi sendirian sebab Michael sudah tiada, dan sekarang ini Susan bergaul dengan cowok-cowok lain, Bridget masih jadi orang aneh, Carl disekolahkan oleh ibunya di sekolah Katolik, dan Dave si kacamata kikuk sudah pindah. Di situ aku cuma mengamati orang-orang, melihat-lihat yang sedang pacaran dan yang sekadar nongkrong, dan aku melihat anak yang dulu pernah kuceritakan padamu itu. Ingat si Bukan Apa-apa? Bukan Apa-apa ada di pertandingan rugbi itu, dan dia satu dari sedikit penonton yang bukan orang dewasa yang benar-benar menonton pertandingan. Maksudku sungguh-sungguh memerhatikan pertandingan. Dia suka berteriak-teriak.


20160609

Shopping Bag a la Ruli (Vina Maria Agustina, 2016)

In a house in Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra, just in Dolok Sanggul, Ruli is being asked for help by his mother who is called Inong.

“Ruli, could you please buy eggs at the shop?” asks Inong while ironing clothes.

After Inong gives him money, Ruli gets ready to go.

“Why, don’t you bring your own bag?” asks Inong.

“I am going to buy the eggs at shop, not in minimarket. In Amang Tagor’s shop, the bag is still gratis, Inong,” Ruli replies.

Inong shakes her head. “How can we reduce plastic waste then?” 

Ruli turns his back to kitchen, searching for cloth bag which is bought by Inong to substitute plastic bag. But, he finds nothing. “Inong, there is no cloth bag here,” says Ruli.

“Ah, I forget. Among (father) is taking one to keep his change clothes. The neighbor keeps the other one as we shared gifts yesterday.” Inong looks around. “Now, take this one.” Inong thrusts a basin to Ruli’s hand then back to iron the clothes.