Laman

20160727

The Perks of Being Wallflower Bagian I, Surat 10 (Stephen Chbosky, 1999)

28 Oktober 1991

Temanku yang baik,

Aku minta maaf karena beberapa minggu ini tidak menulis surat padamu, tapi aku telah mencoba “berpartisipasi” seperti yang Bill katakan. Rasanya aneh, sebab kadang ketika aku membaca buku, aku merasa akulah tokoh di dalamnya  Selain itu, saat menulis surat, dua hari berikutnya kuhabiskan untuk memikirkan isi suratku. Entah ini baik atau buruk. Biarpun begitu, aku sedang berusaha untuk berpartisipasi.

Kebetulan, buku yang diberikan Bill padaku berjudul Peter Pan karya J. M. Barrie. Aku tahu yang kau pikirkan. Kartun Peter Pan dan para anak yang hilang. Buku aslinya jauh lebih bagus daripada kartunnya. Ceritanya masih tentang anak laki-laki yang tidak mau jadi dewasa, dan saat Wendy jadi dewasa, ia merasa sangat dikhianati. Sedikitnya begitulah yang kutangkap. Kurasa Bill memberiku buku ini untuk mengajariku sesuatu.


20160718

The Perks of Being Wallflower Bagian I, Surat 9 (Stephen Chbosky, 1999)

15 Oktober 1991

Temanku yang baik,

Sepertinya aku lupa mengatakan di surat sebelumnya bahwa Patricklah yang memberitahuku tentang masturbasi. Sepertinya aku juga lupa memberitahumu seberapa sering aku melakukan itu sekarang ini, yang memang sering sekali. Aku tidak suka melakukannya sambil melihat gambar. Aku tinggal menutup mataku dan membayangkan seorang wanita yang tidak kukenal. Dan aku berusaha supaya tidak merasa malu. Aku tidak pernah membayangkan Sam saat melakukannya. Tidak pernah. Itu sangat penting buatku soalnya aku senang sekali saat ia menyebut “gaya Charlie” karena rasanya seakan-akan itu lelucon di antara kami berdua.

Suatu malam, aku merasa sangat bersalah sampai-sampai aku berjanji pada Tuhan tidak akan pernah melakukannya lagi. Jadi, aku mulai menggunakan selimut, tapi jadinya menyusahkan, lalu aku mulai menggunakan bantal, tapi jadinya menyusahkan juga, jadi aku kembali seperti biasanya saja. Orang tuaku tidak begitu religius dalam mendidikku, sebab mereka dulu di sekolah Katolik, tapi aku benar-benar percaya pada Tuhan. Cuma aku tidak pernah memberi-Nya nama, kalau kau mengerti maksudku. Kuharap Ia tidak kesal padaku.

Kebetulan, ayahku sudah bicara serius pada orang tua cowok itu. Ibu cowok itu sangat marah sekali dan meneriaki anaknya. Ayah si cowok diam saja. Dan ayahku tidak begitu mencampuri mereka. Ia tidak bilang soal “buruknya cara” mereka dalam membesarkan anak atau apalah.

Setahuku, yang penting cuma meminta bantuan mereka untuk menjauhkan anak mereka dari kakak perempuanku. Begitu tujuannya beres, ia meninggalkan mereka supaya mengurus persoalan itu dan pulang untuk mengurus keluarganya sendiri. Sedikitnya begitulah yang dikatakan ayahku.

Satu-satunya hal yang jadi kutanyakan pada ayahku yaitu tentang masalah keluarga cowok itu. Apakah menurutnya orang tua cowok itu memukuli anaknya. Ia menyuruhku supaya jangan ikut campur. Soalnya ia tidak tahu dan tidak akan pernah menanyakannya dan menurutnya itu tidak penting.

“Tidak semua orang punya cerita sedih, Charlie, dan kalaupun mereka punya, itu tidak bisa jadi alasan.”

Cuma itu yang ia katakan. Lalu kami menonton televisi.

Kakak perempuanku masih marah padaku, tapi ayahku bilang aku melakukan hal yang benar. Kuharap memang begitu, tapi kadang sulit mengetahuinya.

Salam sayang,


Charlie


20160709

Snot Sucker (Dayeuh, 2013)

A mosquito mistook my nostril as earhole. It stuck on my nostril as if it attempted to go in. I sneezed so loud that the snot inside streaking out. Some viscous green liquid tangled its body on the mattress. I shuddered in disguise but I didn’t feel like cleaning it up right away. So I just moved to the other side of the mattress. The next day, the mosquito was gone.

One night I had to complete some task. Once again a mosquito mistook my nostril as earhole. Was it blind? I tapped it up to crumble. Starving mosquite used to be black spot on skin, whereas full mosquite left red stain--blood. This one left a murky green blob ....

Dried snot?[]



This piece is translated from "Nyamuk Pengisap Ingus" by d.a.y.e.u.h., first appeared in Kemudian.com site on September 24, 2013. Thanks for +61 45X 27X 26X for suggesting me this kind of exercise.