Laman

20180706

Diam-diam Dijajah (Pere Calders, 2013)


Di Hostel Punta Marina, Tossa de Mar, aku bertemu orang Jepang menyebalkan yang sama sekali tidak menyerupai orang Jepang dalam bayanganku. 
Malam itu ia mengambil tempat duduk di mejaku setelah minta permisi tanpa banyak basa-basi. Aku baru sadar bahwa matanya tidak sipit, kulitnya pun tidak kekuningan. Malah sebaliknya, pipinya merah jambu sedang rambutnya agak pirang.
Aku penasaran hidangan apa yang ia pesan. Kekanak-kanakan memang, mengharapkan makanan yang tidak biasa dimakan sehari-hari dewasa ini, atau yang merupakan kombinasi eksotis. Aku terkejut bahwa pesanannya berupa makanan khas Catalunya: selada—“bawang merahnya yang banyak, ya,” ucapnya dalam bahasa Katala—lalu cap i pota (rebusan bokong dan kaki anak sapi), disusul oleh molls a la brasa i ametlles torrades (ikan belanak panggang dan badam bakar). Ia menutup hidangan itu dengan kopi, konyak, dan sebatang cerutu.