Laman

20260520

Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (1/2)

Kepada ibuku di gunung, yang dahulu sempat tak boleh disebut ibu.

 

Siang sedang terang-terangnya. Jalan Ciawang—Singaparna yang tak rata karena batu di sisi-sisinya, diteduhi pepohonan. Selang-selang sawah yang akan dipaculi, dipanen, disiangi, terlewati, pemandangan yang menggambarkan “eloknya” rupa desa. Dahulu, sekarang, sama saja. Hanya saja sudah lain yang memeliharanya. Dan tentu makin melebar, menandakan bahwa zaman tak bisa beristirahat. Terus berjalan.

Dahulu jalan itu kerap ditengok para menak dari kota. Setiap orang yang dilewati pada berjongkok sembari berulang-ulang menyembah, takutnya lebih daripada ke malaikat maut. Juragan opsiner sengaja datang tanpa pemberitahuan. Datang ke sekolah desa, juragan guru kedapatan lagi mengantuk, malah sampai mendengkur. Tapi anak-anak pada diam, lantaran “berabe” jika juragan guru marah.

Setelah itu tiba zaman Jepang. Suara kentungan sekali dua kali dan tiga kali atau berkali-kali, sempat menjadi refleks badan warga desa, berlarian ke dalam lubang persembunyian atau keluar sembari bersorak, kalau dunia belum lebur kiamat oleh bom yang telah menakuti mereka.



20260506

The Moneyless Manifesto: Tenaga Kerja (2/2) (Mark Boyle, 2012)

Local Exchange Trading Schemes (LETS/Skema Niaga Pertukaran Lokal) dan Timebanks (Bank Waktu)

 

Menambahkan kedua skema ini ke buku mengenai hidup tanpa uang sudah sewajarnya dipertanyakan, tetapi, sebagaimana yang telah saya sebutkan di bab dua, cara ini dapat menjadi batu loncatan bagi siapa saja yang saat ini masih terbelit dalam ekonomi moneter, memungkinkan mereka untuk nantinya membuka jalan ke ekonomi kasih jika mereka menghendakinya.

LETS adalah jaringan orang-orang yang bersepakat menggunakan mata uang lokal (contohnya paun LETS) untuk berbagi keterampilan mereka. Para anggotanya menciptakan dan menukarkan kredit yang mana, seperti dikemukakan oleh Peter North[1], “mereka sokong dengan komitmen untuk melakukan cukup pekerjaan untuk membayar ‘komitmen’ ini (bukan ‘utang’) dalam waktu yang sepatutnya di masa depan … kita tidak memerlukan uang lokal sebelum memulai—kita hanya membuat komitmen kerja untuk orang lain yang meminta kita nantinya.” Sedikit menyerupai Freeconomy, tetapi tanpa semangat tanpa pamrih yang hanya sungguh-sungguh diciptakan oleh ekonomi kasih, juga tanpa ikatan kesalingbergantungan yang hanya dapat secara efisien dirusak oleh uang serta perkreditan langsung-dan-tepat (immediate-and-exact crediting).