Mengingat
sistem politik dan ekonomi yang kita jalani, berikut dongengan bahwa masyarakat
sedemikianlah yang telah menyuapi kita sejak lahir, mudah untuk meyakini bahwa
satu-satunya cara agar kita dapat mengelola tenaga kerja dalam perekonomian ini
adalah dengan uang.
Sebagaimana dengan segala hal, sesungguhnya tidaklah mesti seperti ini. Itu hanyalah sebuah kisahan, satu di antara sekian, yang mana dapat kita ubah jika tidak lagi bermanfaat bagi kita. Cara hidup kita yang sekarang secara teoretis boleh jadi nyaman, tetapi jika kenyamanan itu ternyata merusak jiwa, masih bisakah disebut nyaman? Perekonomian modern tidak memberikan banyak manfaat bagi jiwa manusia; akibatnya banyak dari kita yang sengsara dan membenci pekerjaan kita sehari-hari. Berlawanan dengan keyakinan para pendukung uang yang paling antusias, uang sesungguhnya menghambat rasa kebebasan kita, dan melalui cara kerjanya menghentikan kita dari mengejar hal-hal yang benar-benar kita ingin lakukan dalam hidup. Amerika Serikat, negara yang memproklamasikan diri sebagai induk kebebasan, secara hukum tidak mewajibkan pemberi kerja agar memberikan cuti berbayar, dan hampir satu dari empat pekerja tidak mendapatkan cuti berbayar sama sekali.[1]