I
Ishihara mendapat firasat, dari sejak pesta semalam, bahwa
suatu hal seperti ini akan terjadi. Ia mendapat firasat ini jelas bukan karena
lebih cerdas daripada yang lain, atau lebih terampil dalam menganalisis
situasi, atau berbakat cenayang atau apa pun. Ishihara memiliki kecenderungan
untuk meledakkan tawa tanpa alasan dan tanpa kendali kapan saja, dan
kecenderungan itu ada pula pada semua anggota lain dalam kelompok itu. Bedanya
hanyalah, pada jeda antara satu ronde tawa dan ronde berikutnya, di dalam
kepalanya sesekali meletup suatu bayangan—kalau bukan gagasan yang aktual.
Pesta itu dimulai seperti biasanya pada pukul tujuh malam, dan kurang lebih semua orang telah hadir di sana—Ishihara, Nobue, Yano, Sugiyama, Kato, dan Sugioka. “Kurang lebih” sebab tidak ada seorang pun yang memperhatikan, tetapi senyatanya keenam orang itu mewakili sesamanya. Mereka berkumpul seperti biasanya di apartemen Nobue di Kota Chofu, tepi barat Tokyo Raya. Tiap orang membawa makanan atau minuman dalam wadah plastik atau kantong kertas, ada juga yang menggunakan kain pembungkus furoshiki model lama. Yano lah yang menggunakan furoshiki. Ia juga mengalungkan Leica M6 kesayangannya di leher.