“Tapi istri saya suka bikin
saya marah. Saya tidak tahan.”
“Apa istri Anda akan menemani
ke pulau?”
“Tentu.”
“Nah, ini kesempatan sempurna
untuk pemulihan kesehatan secara penuh.” Ia mengerutkan wajah. “Apa tidak
mungkin Anda pergi sendirian?”
“Bercanda, ya! Mana mungkin
saya tinggalkan wanita perisau macam itu sendirian. Entah apa yang bakal dia
perbuat.”
“Saling tidak percaya dengan
pasangan, curiga akan berbuat serong, hal-hal beginilah yang dapat secara
langsung memperburuk kondisi Anda.”
Aku jadi kalut. “Apa maksud Anda saya cemburu?” kataku keras-keras. “Bagaimana tidak? Ia wanita yang tak senonoh, asal tahu saja ya!”