Mengingat
sistem politik dan ekonomi yang kita jalani, berikut dongengan bahwa masyarakat
sedemikianlah yang telah menyuapi kita sejak lahir, mudah untuk meyakini bahwa
satu-satunya cara agar kita dapat mengelola tenaga kerja dalam perekonomian ini
adalah dengan uang.
Sebagaimana dengan segala hal, sesungguhnya tidaklah mesti seperti ini. Itu hanyalah sebuah kisahan, satu di antara sekian, yang mana dapat kita ubah jika tidak lagi bermanfaat bagi kita. Cara hidup kita yang sekarang secara teoretis boleh jadi nyaman, tetapi jika kenyamanan itu ternyata merusak jiwa, masih bisakah disebut nyaman? Perekonomian modern tidak memberikan banyak manfaat bagi jiwa manusia; akibatnya banyak dari kita yang sengsara dan membenci pekerjaan kita sehari-hari. Berlawanan dengan keyakinan para pendukung uang yang paling antusias, uang sesungguhnya menghambat rasa kebebasan kita, dan melalui cara kerjanya menghentikan kita dari mengejar hal-hal yang benar-benar kita ingin lakukan dalam hidup. Amerika Serikat, negara yang memproklamasikan diri sebagai induk kebebasan, secara hukum tidak mewajibkan pemberi kerja agar memberikan cuti berbayar, dan hampir satu dari empat pekerja tidak mendapatkan cuti berbayar sama sekali.[1]
Ada cara lain untuk hidup dan bekerja, cara-cara yang
mengangkat semangat kita, yang membangun komunitas tangguh terdiri dari
orang-orang yang percaya dan bergantung pada satu sama lain, sistem-sistem yang
menciptakan persatuan dan bukan perpecahan. Beberapa di antaranya yang akan
saya cantumkan pada menu di bawah ini masih didasarkan pada konsep pertukaran
(bahkan ada beberapa bentuk mata uang lokal), namun saya menyertakannya karena
dapat membantu Anda menerapkan model POP Anda sendiri dalam hal ini, dan
bertindak sebagai batu loncatan menuju kehidupan sepenuhnya dalam ekonomi
kasih. Cara-cara tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori umum: modern, yang
akan berguna bagi sebagian besar dari Anda dengan segera, dan paleolitik, yang
juga dikenal sebagai seni bertahan hidup.
Keterampilan modern dan sistem tenaga
kerja
Sejak saya
berhenti menggunakan uang pada 2008, saya melihat adanya lonjakan besar dalam
ekonomi kasih, yang sebagian besar diselenggarakan secara daring. Hal ini
menimbulkan masalah. Tidak ada solusi yang benar-benar tanpa uang untuk
internet karena kompleksitas teknologi yang terlibat. Anda dapat mengakses
internet tanpa uang dengan memanfaatkan perpustakaan setempat. Meskipun
perpustakaan ini gratis pada saat digunakan, dalam ekonomi moneter perpustakaan
didanai oleh pembayar pajak. Oleh karena itu, proyek-proyek seperti ini dalam
bagian ini harus dianggap sebagai strategi transisi, dan bukan sesuatu yang
harus diupayakan untuk jangka panjang.
Freeconomy
Saya
mendirikan Freeconomy pada 2007, sebagian sebagai respons terhadap kenyataan
bahwa semua alternatif selain ekonomi moneter yang saya ketahui pada waktu itu
masih didasarkan pada pola pikir lama mengenai pertukaran yang berpusat pada
ekonomi moneter dominan yang mana alternatif-alternatif itu berada di dalamnya.
Saya merasa alternatif dari alternatif-alternatif itu sangatlah dibutuhkan.
Dalam Freeconomy, Anda berbagi waktu, keterampilan,
peralatan, dan pengetahuan pada taraf apa pun yang senyamannya—sepenuhnya tanpa
bayaran—tanpa risiko apa pun dengan menginsafi bahwa kapan pun Anda memerlukan
bantuan untuk hal apa pun selainnya, misalkan untuk meminjam obeng, akan ada
anggota dalam komunitas setempat (yang mungkin saja belum pernah Anda temui)
yang membantu Anda dengan semangat serupa. Tidak ada kredit, IOU[2],
sistem pemeringkatan untuk diisi atau administrasi membosankan untuk
dituntaskan; tiadanya persyaratan jauh lebih efisien, dan tidak begitu
birokratis, daripada ada persyaratan. Filosofi ini terdengar radikal manakala
dibandingkan dengan pola pikir yang kita pertahankan hari ini, tetapi
demikanlah yang dirangkum dalam pepatah lama “siapa menabur, dia yang menuai[3]”.
Praktiknya justru lebih sederhana daripada gagasannya itu
sendiri. Begitu Anda mendaftar, segera saja Anda mendapatkan akses ke seluruh
kantong keterampilan dari semua anggota lain di wilayah setempat Anda, yang
mana radiusnya dapat Anda tentukan antara 1 sampai 25 mil, tergantung Anda
tinggal di London atau Forest of Dean[4].
Setelah itu, anggaplah Freeconomy sebagai Yellow Pages daring Anda, tetapi di
situ semua orang melakukan segala hal, dan berbagi semuanya, secara cuma-cuma.
Begini contoh betapa sederhana cara kerjanya. Ban sepeda Anda
bocor. Alih-alih bersusah payah membawa sepeda ke bengkel, Anda masuk ke situs
dan mencari dengan kata “mekanik”. Perangkat lunak lantas akan menginformasikan
kepada Anda setiap anggota dalam radius yang Anda pilih yang telah mendaftar
dengan “mekanik sepeda” sebagai salah satu keterampilan mereka, diurutkan dari yang
teratas adalah yang terdekat dengan pintu rumah Anda sampai yang paling jauh.
Anda dapat mengontak mereka melalui situs, dan jika kedua belah pihak setuju,
Anda dapat mengatur untuk bertemu dengan cara apa pun yang cocok bagi kalian
berdua (yang kami minta hanyalah tidak ada uang yang berpindah tangan). Anda,
atau mereka, menuntaskan tugas itu secara cuma-cuma, sembari belajar caranya
memperbaiki kebocoran ban, dan malah kalian berdua bisa saja menjadi teman
baik. Umpan balik yang saya telah terima menunjukkan bahwa orang sering kali
memasak makan malam atau makan siang untuk orang yang telah membantu mereka
sebagai tanda terima kasih, tetapi ini sama sekali di luar perkiraan.
Jika Anda khawatir hanya praktisi lilin telinga Hopi dan
Reiki yang ambil bagian, pikirkanlah lagi. Anggota Freeconomy telah menawarkan
lebih dari 500.000 keterampilan pada waktu buku ini ditulis, dengan lebih dari
2000 jenis keterampilan yang telah terdaftar sebelumnya untuk dipilih di situs
web. Keterampilan yang ada berkisar mulai dari tata rambut hingga perpipaan.
Yang agak ironis, saya telah membantu badan amal anak-anak setempat dalam
pembukuan dan prakiraan arus kasnya, serta telah mendapatkan nasihat hukum
gratis dari anggota lainnya yang belum pernah saya jumpai.
Berkebalikan dengan segala ekspektasi kawan-kawan yang pada
mulanya memberi tahu saya bahwa gagasan ini terlalu idealistis untuk dapat
berhasil di dunia anjing-makan-anjing (dog-eat-dog), Freeconomy
berkembang pesat. Saya tidak terlalu terkejut. Apa pun yang mungkin diyakini
oleh para ekonom konvensional, pandangan sekilas pada satu-satunya ekonomi yang
sungguh-sungguh berfungsi yang kita kenal—yaitu Alam—mengajarkan saya bahwa
anjing (dog) justru sangat cenderung membantu sesama anjing
ketimbang memakannya.
Sekarang grup-grup Freeconomy ada di lebih dari 160 negara
seluruh dunia, dan kesuksesannya mencerminkan hasrat dan kebutuhan orang akan
ekonomi kasih di kehidupan mereka dalam taraf yang layak, terutama karena
retak-retak dalam ekonomi moneter terus melebar dan menjadi kentara bagi
semuanya. Anggota Freeconomy tampak antusias secara positif dengan melakukan
hal-hal tanpa alasan selain kenyataan sederhana bahwa manusia lain membutuhkan
bantuan, dan
bahwa mereka telah dikaruniai kemampuan untuk membantunya. Alasan apa lagi,
selain pengertian bahwa kita mampu membantu sesama makhluk hidup, yang kita
butuhkan untuk membantu orang lain? Apakah dewasa
ini kita harus
selalu memperoleh sesuatu sebagai balasan? Syukurlah Freeconomy telah mengajari
saya bahwa tidak harus demikian, dan bahwa orang sungguh-sungguh menikmati
dapat memberi tanpa pamrih. Jangan memercayai mereka yang akan berusaha
meyakinkan Anda sebaliknya.
Lingkar kasih
Lingkar kasih
adalah suatu ide yang awalnya dikembangkan sekelompok orang, termasuk Alpha Lo[5]
di California, tapi sekarang telah menyebar ke seluruh dunia. Ide ini ekuivalen
dengan grup Freeconomy yang berskala kecil dan di luar jaringan (off-line).
Mudah menciptakan dan menjalankannya. Semua orang (jumlah yang optimal kurang
lebih antara dua belas sampai dua puluh orang) duduk melingkar dan menyatakan
kebutuhan-kebutuhan mereka. Kebutuhan ini bisa berupa apa saja misalnya partner
bermain tenis, meja tulis, bantuan untuk pengembalian pajak atau belajar cara
membuat busur penggerek untuk menyalakan api, pinjaman kantong tidur atau
tumpangan ke suatu tempat.
Begitu setiap orang telah menyampaikan kebutuhan mereka, grup
itu kemudian lanjut berputar lagi dan mengatakan apa saja yang mereka mau bagi.
Lagi-lagi, ini dapat berupa apa saja mulai dari keterampilan dan barang hingga
pengetahuan dan waktu. Begitu putaran ini selesai, ada ronde pilihan, di mana
setiap orang dapat mengucapkan terima kasih kepada orang lainnya dalam grup itu
yang telah membantu mereka dalam suatu hal, atau kepada grup itu secara umum.
Walaupun ini dapat terasa berlebih-lebihan jika waktunya terbatas, ini penting
sekali untuk keberlanjutan jangka panjang grup. Mendengar bagaimana orang lain
telah memberi secara cuma-cuma menginspirasi orang-orang lainnya dalam grup
untuk melakukan hal yang sama, kegiatan ini menyemangati setiap orang yang
terlibat, dan menunjukkan rasa syukur atas apa yang kita terima adalah bagian
yang penting dalam kehidupan.
Beberapa tip: adalah bijaksana memiliki fasilitator dengan cukup
pemahaman mengenai ekonomi kasih (orangnya dapat berbeda-beda tiap minggu, dan
bisa saja ada beberapa fasilitator pada setiap pertemuan), dan apabila ada yang
membuat catatan mengenai rincian kontak semua hadirin, apa saja yang mereka mau
terima dan apa saja yang mereka dapat tawarkan, supaya setiap orang dapat terus
melakukan tindak lanjut sesudahnya jika perlu. Grup dapat bertemu sesering yang
dirasa berguna—ada yang bertemu tiap minggu, ada yang sekali sebulan.
Organisasi-organisasi juga dapat membuat lingkar kasih sendiri sebagai cara
untuk mengatasi berbagai hal tanpa memerlukan uang atau pendanaan, dengan
demikian menyatukan orang-orang di organisasi itu dalam satu tujuan bersama.
Kelebihannya daripada model berdasarkan web sebagaimana
Freeconomy adalah cara ini mempertemukan sekelompok orang secara langsung
sehingga membangun dan menjaga kesalingbergantungan yang nyata. Cara ini juga
tidak mengharuskan ada internet berikut infrastruktur globalnya untuk mengada,
yang artinya siapa saja dapat menggunakannya. Kekurangannya hanyalah ini kurang
berfungsi baik manakala jumlah orangnya melebih dua puluh, sementara model
semacam Freeconomy (yang sebenarnya merupakan lingkar kasih skala besar versi
daring) dapat menangani sebanyak apa pun. Dalam model POP[6], saya telah menggambarkan lingkar
kasih sebagai yang ideal dan Freeconomy sebagai sarana yang dapat kita gunakan
seiring kita bertransisi ke titik di mana setiap rukun tetangga dalam kehidupan
nyata memiliki lingkar kasihnya masing-masing.
Tukar Bantuan (Help Exchange)[7]
Cara kerja HelpX hampir identik dengan skema WWOOF (Worldwide Opportunities on Organic Farms/Peluang Tani Organik Sedunia) yang lebih termasyhur, dengan perbedaan utamanya adalah tidak terbatas pada pertanian organik dan penggarapan tanah. Melalui skema ini, partisipan menghabiskan beberapa jam per hari bekerja untuk tuan rumah, sering kali di tempat-tempat semacam penginapan, kapal layar, hostel, atau pertanian, yang mana dengan itu mereka memperoleh makanan dan akomodasi (berikut kesempatan untuk mengalami budaya baru atau mempelajari bahasa dan keterampilan) sebagai gantinya. Ini membukakan kemungkinan untuk memiliki pengalaman hidup tanpa uang dengan cara yang menyerupai WWOOF baik di perkotaan maupun di pedesaan. Biasanya orang bekerja untuk tuan rumah selama empat jam per hari, kemudian selebihnya luang untuk melakukan apa pun yang diinginkan. Sekali lagi, padukan ini dengan menebeng kendaraan atau bersepeda, maka siapa saja dapat hidup selama setahun atau lebih lama tanpa memerlukan uang, birokrasi, atau rekening bank jika mau mencobanya. Walaupun manfaat ekologisnya hanya jika melalui pertanian organik, skema ini menyediakan kesempatan yang mudah bagi siapa saja untuk mengetahui rasanya hidup tanpa sepeser pun. Pengalaman sedemikian dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan pribadi Anda serta memberi Anda batu loncatan ke bentuk gaya hidup tanpa uang yang lebih terlokalisasi dan berdasarkan saling memberi.
[1] Ray, Rebecca; Schmitt, John (2007). ‘No-vacation Nation
USA – a comparison of leave and holiday in OECD countries’.
www.law.harvard.edu/programs/lwp/papers/No_Holidays.pdf
[2] I Owe You, tanda terima utang/pinjaman
[3] “what goes around, comes around”
[4] Suatu wilayah di Inggris
[5] Lo, Alpha; Bevington, Alden (2008). The Open
Collaboration Encyclopedia. Pioneer Imprints.
Edisi 2.1.
[6] https://ngulikata.blogspot.com/2019/10/the-moneyless-manifesto-3-model-pop.html
[7] Untuk keterangan lebih lanjut mengenai HelpX, atau untuk
bergabung, kunjungi www.helpx.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar