II
Ishihara terkejut oleh betapa nyata kecemasan di dalam dirinya. Ia tak pernah mengalami sesuatu seperti ini sebelumnya. Ia merasa pasti bahwa ini bukan semata perkara dia mendadak menemukan ketakutan yang selamanya ada di sana. Bukan, ini jelas-jelas suatu hal baru. Bentuknya menyerupai janin. Dan sebagaimana janin dalam tahap akhir kehamilan menendangi dinding rahim untuk menyatakan kehadirannya, janin kecemasan ini mengirimi Ishihara sinyal serupa gelombang ngeri yang seakan-akan mengatakan, Jangan coba-coba berpikir untuk mengabaikanku! Sinyal itu tiap sebentar mengacaukan dan melemahkan detak jantungnya, dan dalam benaknya memunculkan sekejap-kejap bayangan manusia kecil yang belum berkembang, punggungnya meringkuk ke depan dan tali mengulur dari pusarnya bagaikan selang pemadam kebakaran yang belum digulung. Ia berusaha berkali-kali mengalihkan diri dengan tertawa idiot. Malah tawanya sungguh tak berakal, meneteskan liur, dan betapa meledak-ledak, sehingga yang lain mulai heran apakah dia sudah hilang akal, dan Nobue berbisik ke Yano, “Kalau dia tambah aneh, kita bawa dia ke mana dan buang dia, oke?”