Jika kita tidak berjuang cukup keras demi hal-hal yang
kita junjung, pada suatu saat kita mesti mengakui bahwa kita tidak
sungguh-sungguh menjunjungnya.
– Paul Wellstone
Kompromi merupakan bagian yang nyaris tidak dapat dielakkan dari kehidupan
kita. Banyak di antara kita yang merasa tidak jelas dengan cita-cita yang,
setidaknya, kita idamkan. Karena berbagai alasan—finansial, sosial, hukum,
emosional, fisiologis—sering kali kita jauh dari menjalaninya secara
sungguh-sungguh hingga taraf yang kita kehendaki, atau tidak sama sekali. Tidak
apa-apa. Tidak ada orang yang sempurna. Lagi pula budaya kita dewasa ini
berikut manifestasi politik dan ekonominya memang tidak mempermudah kita.
Kemungkinan yang lebih terjangkau daripada langsung menjalani
cita-cita puncak kita seratus persen dari mana pun posisi kita masing-masing
berada sekarang, ialah dengan mengadakan peralihan menurut serangkaian tahap
yang telah dipikirkan masak-masak yang logis bagi kehidupan kita. Kuncinya
ialah menjadikan langkah-langkah ini cukup realistis untuk dicapai dalam jangka
pendek, namun cukup menantang untuk dianggap sebagai respons yang tepat bagi
persoalan-persoalan pokok ekologi dan sosial pada zaman kita.