Melalui pintu berdaun ganda itu kami keluar dan menyusuri jalan halus berbendera merah mulai dari garasi, melewati tukang kebun di kejauhan. Si sopir bertampang awet muda kini telah mengeluarkan sedan krom hitam besar dan tengah membersihkannya. Jalan itu membawa kami ke samping rumah kaca. Si pelayan membukakan pintu untukku dan berdiri menyisi. Pintunya terbuka ke semacam ruang depan yang hampir sehangat oven lambat. Si pelayan masuk kemudian, menutup pintu sebelah luar, membuka pintu sebelah dalam dan kami pun melewatinya. Lalu hawanya menjadi benar-benar panas. Udaranya berat, lembap, dan beruap, ditambah aroma anggrek tropis mekar yang menusuk. Atap dan dinding kacanya berkabut sementara bulir-bulir besar uap lembap berjatuhan ke tanaman. Cahayanya kehijauan bagai buatan, seolah disaring melalui tangki akuarium. Tanaman memenuhi tempat itu, begitu rimbunnya, dengan daun-daun gemuk jelek dan batangnya seperti jari-jari mayat yang baru dibasuh. Aromanya memualkan seperti gelegak alkohol di balik selimut.
Selamat Datang
Blog ini dibuat untuk menjadi tempat berbagi proses belajar saya dalam penulisan karya kreatif sekalian pemahaman bahasa asing, yaitu dengan menerjemahkan. Hasil terjemahan dalam blog ini semata untuk kepentingan belajar dan tidak dikomersialkan. Terima kasih sudah berkunjung.
Pengarang/Penerjemah
20231006
20230906
The Big Sleep - 1 (Raymond Chandler, 1939)
Saat itu sekitar pukul sebelas pagi pada pertengahan
Oktober. Matahari tak bersinar. Tampak hujan deras menguyupkan pada cerahnya
perbukitan di kaki gunung. Aku mengenakan setelan biru pucat, dengan hem biru
tua, dasi, saputangan di saku dada, sepatu brogue
hitam, serta kaus kaki wol hitam bermotif jam biru tua. Penampilanku necis,
cambangku sudah dicukur, pikiranku bebas dari pengaruh alkohol, dan masa bodoh
ada yang mengetahuinya. Aku berpakaian apik selayaknya detektif swasta. Aku
hendak menjumpai empat juta dolar.
Tinggi ruang masuk utama di kediaman Sternwood mencapai dua lantai. Di atas pintu masuknya, yang dapat meloloskan sepasukan gajah India, terdapat panel kaca bergambar yang besar. Panel itu mempertunjukkan seorang kesatria tengah menyelamatkan seorang wanita. Si kesatria berbaju zirah gelap, sementara si wanita terbebat pada pohon tanpa mengenakan pakaian sehelai pun selain rambut sangat panjang yang nyaman. Si kesatria mendesakkan penutup helmnya ke belakang untuk beramah-tamah. Ia berusaha membenahi simpul tali yang membebat si wanita ke pohon, dan tidak kunjung berhasil. Kalau aku yang tinggal di rumah ini, cepat atau lambat aku harus memanjat ke sana dan membantu si kesatria. Kelihatannya ia tidak sungguh-sungguh berusaha.
20230806
Pangeran Kenari (Italo Calvino, 1956)
Ada seorang raja yang memiliki seorang putri. Ibu putri itu telah mati. Ibu tirinya cemburu kepada gadis itu dan selalu membicarakan keburukan-keburukannya kepada sang raja. Gadis itu membela diri semampunya. Namun si ibu tiri terus-terusan melawan dia sehingga sang raja, betapapun mengasihi putrinya, akhirnya menyerah. Sang raja menyuruh sang ratu mengasingkan gadis itu, tetapi ke suatu tempat yang nyaman, karena sang raja tak menghendaki putrinya sampai tersakiti. “Tak usah khawatir soal itu,” kata si ibu tiri, yang kemudian mengurung gadis itu di dalam kastel di jantung rimba. Untuk menemani si gadis, sang ratu memilih sekelompok dayang. Ia memerintahkan mereka agar jangan sampai si gadis keluar rumah bahkan menengok ke jendela sekalipun. Tentu dayang-dayang itu menerima imbalan selayaknya di istana kerajaan. Gadis itu diberi kamar yang indah serta segala makanan dan minuman yang ia suka. Satu-satunya yang tidak diperbolehkan baginya adalah pergi keluar. Namun dayang-dayang itu, senyampang menikmati begitu banyak waktu senggang dan uang, hanya memikirkan diri mereka sendiri dan tidak memperhatikan si gadis.
20230706
Welcome to the N. H. K. Penutup (Tatsuhiko Takimoto, 2007)
Pertama
Pada
awal abad kedua puluh satu, fenomena hikikomori mendadak pecah dengan liarnya
ke segala penjuru Jepang.
Sebagai seorang pria berpandangan tajam, aku
berpikiran untuk melompat di atas gelombang pasang zaman dan menghasilkan
banyak uang. Aku akan menulis sebuah kisah tentang hikikomori dan menjadi
terkenal! Aku akan menjadi pengarang laris dengan kisah hikikomoriku! Aku akan
pergi ke Hawaii dengan uang royaltinya! Aku akan mengunjungi Waikiki!
Mimpiku terentang tanpa ujung. Akan tetapi, begitu aku
benar-benar mulai berusaha menuliskan ceritanya, segera saja aku menyesal.
Rasanya menyakitkan.
Bagaimana jadinya bila seorang hikikomori sungguhan menulis sebuah kisah hikikomori? Tak terelakkan lagi, kau harus menggunakan pengalamanmu sendiri dalam proses kreatifnya. Kau harus menulis tentang dirimu sendiri.
20230606
Welcome to the N. H. K. Bab Akhir Selamat Datang di N.H.K.! (Tatsuhiko Takimoto, 2007)
Tibalah
musim semi.
Tentunya,
aku masih bersembunyi di kamarku.
Mengapa?!
Mengapa aku bersembunyi?! Kendalikanlah dirimu! Bekerjalah yang halal! Aku
berusaha melampiaskan amarah kepada diriku sendiri dengan cara begini;
tentunya, tidak pernah mudah berhenti menjadi seorang hikikomori.
Aku
masih menderita serangan neurosis, hasrat membunuh diri yang meletup-letup ke
permukaan dalam diam, dan segala macam masalah lainnya yang kuhadapi (sewa
tempat tinggalku naik atau minimarket langgananku ditutup). Sudah begitu, besok
aku kerja satpam. Benar-benar menyebalkan.
Kekhawatiran
yang memuramkan.
Padahal, sakura sedang mekar-mekarnya di sebelah luar jendelaku. Para mahasiswa baru melewati jalan di depan apartemenku. Aku merasa seakan-akan telah ditelantarkan oleh seluruh dunia, seakan-akan aku tengah diperolok oleh segenap umat manusia.
20230506
Kucing di Pegunungan Ghat (Ambika Rao, 2014)
Cerita ini tentang seorang paman bernama Sandy,
Yang sangat menyukai kameranya,
sehingga ia selalu membawanya ke sana kemari.
Mari mundur ke masa Paman Sandy
masih seorang bocah,
Tidak seperti anak-anak yang lain,
Tersesat dalam buku-buku yang bercerita tentang
makhluk-makhluk janggal,
Bahkan di kelas, ia tidak mendengarkan guru-gurunya.
Seiring dengan berlalunya masa,
Paman Sandy menjadi fotografer satwa liar,
20230406
Bagaimana Jika? (Hari Kumar Nair, 2015)
Namaku Shyam, usiaku sepuluh tahun.
Aku sedikit kurus, tetapi bukan
penakut!
Aku sama sekali tidak senang bangun
untuk pergi ke sekolahku.
Sambil aku menyikat gigi, mataku
terpejam,
Aku mendengar Amma tergesa-gesa
memasak panekuk beras asal India
yang dinamakan dosa.
Pikiranku perlahan-lahan mulai mengelana,
Bagaimana jika leherku sepuluh kali
lebih panjang?
20230306
Rich Without Money - JERUK NIPIS PAHIT PENUTUP (3/3) (Tomi Astikainen, 2016)
Meninjau Ulang Kehidupan Tanpa Uang
Seperti
yang sudah dikatakan, saya memerlukan satu tahun, dari gagasan ke tindakan,
sebelum terjun ke dalam kehidupan tanpa uang. Demikian juga, saya menghabiskan
satu tahun berusaha mencari tahu caranya untuk kembali berada “di tengah-tengah
kelaziman”. Saya merasakan perlunya untuk maju, tanpa melepas poin-poin
pembelajaran dari jalan. Saya tidak hendak mengorbankan kilas kebebasan yang
telah saya dapatkan. Saya ingin tetap kaya, sekalipun dengan kembali melibatkan
uang.
Untunglah manusia itu makhluk yang mudah beradaptasi. Saya mengirimkan sejumlah lamaran kerja, tanpa berpura-pura menjadi sesuatu selain diri saya sendiri. Saya dapat merasa yakin bahwa jika ada orang yang berkenan menggaji mantan gelandangan tanpa uang, kemungkinan itulah tempat yang tepat bagi saya. Setelah lima rentet wawancara, saya pun terpilih untuk menjadi CEO sebuah startup. Adaptasi berlanjut, kali ini dengan gigi besar.