“Rasanya sangat drastis ….”
“Enggak sama sekali. Sampean
bakal terkejut betapa banyaknya orang yang berbuat itu akhir-akhir ini.”
MacGillycuddy tengah duduk di
bangku seberang, sekarung kiriman bersandar di tumitnya. “Orang dari segala
profesi, dari pengacara hebat sampai penjual sayur bersahaja. Jauh lebih lazim
daripada yang sampean kira.”
Seekor jalak hitam
melompat-lompat pada lis atap rapuh di atas kami. Suara MacGillycuddy serasa
terdengar dari kejauhan. “Bagian matinya
itulah yang mengusikmu. Itu respons alamiah, sampean mendengar kata itu lalu
jadi cemas. Tetapi pokoknya, sampean enggak
mati. Sampean pura-pura mati. Ah, itu
langkah besar, aku enggak menyangkal. Tetapi sebetulnya itu enggak jauh lebih
besar daripada, katakanlah, memperbaiki dapur, atau membeli mobil baru.”